Oleh :  Umar Yusuf, M.Sos
(Aktivis Pesantren Al-Quran Babussalam)

Berdasarkan data yang saya kumpulkan dari berbagai  sumber yang cukup valid dan  dapat dipercaya dalam dunia maya tentang bukti-bukti tuduhan yang di alamatkan ke Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam, bahwa Babussalam adalah salah satu Pesantren yang berafiliasi kepada ajaran Syi’ah. Misalnya dalam tulisan tulisan di website: http://www.syiahindonesia.com/2015/10/teruntuk-para-orang-tua-di-bandung-jangan-daftarkan-anak-kalian-di-sekolah-syiah-ini.html dalam website tersebut, diberitakan sekaligus merupakan himbauan agar tidak memasukan putera-puterinya ke Babussalam karena Babussalam berfaham syi’ah.

Ada juga tulisan lain di https://www.nahimunkar.com/caleg-caleg-syiah/ dengan judul Drs. Muchtar Adam: Pembela Syiah di Garda Terdepan. Isi artikel ini lebih kepada sejarah perjalanan karir Muchtar Adam, bahkan yang menarik dari artikel tersebut  dengan mengutip dari situs IJABI, misalnya beliau juga menandatangani Risalah Depok bersama oknum-oknum dari ormas Islam lainnya yang digagas oleh Syiah Indonesia di Depok, 27 Jumadi Al-Tsaniyah 1433 H/ 19 Mei 2012, yang mana risalah itu bertujuan untuk semakin meng’islam’kan Syiah di Indonesia selepas konflik Sampang. Seperti dimuat oleh situs Ijabi “Syiah” berikut ini http://www.majulah-ijabi.org/16/post/2012/10/risalah-depok-tentang-persatuan-umat-islam.html.

Sumber lain yan terlacak di antaranya  di http://www.sigabah.com/beta/potensi-populasi-syiah-jawa-barat-bagian-ke-6/ dengan mengambil Judul Poros Penggerak Syi’ah di Kab. Bandung: Bandung Utara. Salah satu cuplikan tulisan dalam situs ini bahwa Ustadz Muchtar Adam pun tak mau ketinggalan, dia kembali bertaqiyah, dengan mengadakan acara Bedah Buku atas Buku Panduan MUI “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” pada hari Ahad, 9 Maret 2014, bertempat di Pesantren Babusalam, dimana dia dalam manuvernya ini, membawa-bawa nama “Team Fatwa MUI Jawa Barat”. Artinya melakukan tuduhan yang mengada-ada dengan tuduhan bertaqiyah.

Dari beberapa data yang terlacak beberapa tahun ini, menunjukan bahwa di luar sana sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah organisasi melakukan pemantauan terhadap gerakan dan sepak terjang Babussalam walaupun hanya mengandalkan berita di media sosial atau kabar berita  dari sumber yang tidak jelas. Kemudian dicatat dan disimpulkan tanpa tabayyun atau mencari sumber yang dapat dipercaya, kemudian dishare ke masyarakat melalui  majelis taklim, media masa, pengurus DKM, media sosial Instagram, FB, Twiter atau share grup WA dan perorangan.

Dari tulisan yang dimuat di beberapa website dengan judul dan sumber yang berbeda, kesimpulan saya, tulisan tersebut tidak objektif dan tidak ilmiah, karena tulisan yang di publish tersebut tidak akurat, tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik dan moral. Referensi yang mereka gunakan adalah referensi khayalan kaya film Harry Potter. Sebaiknya, ketika menulis yang berhubungan dengan lembaga dakwah, tokoh dakwah level Nasional, harus memperhatikan kode etik penulisan, misalnya melalui investigasi dulu, penelitian atau terjun ke lapangan untuk mencari pembenaran. Artinya semua tulisan yang dibuat oleh para oknum pembuat konflik dan keonaran itu, lebih mengarah kepada fitnah dan adu domba dan cenderung mengarah kepada pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik.

Tuduhan lengkapnya,  dibawah ini Saya kutip beberapa tuduhan dan fitnahan dari kelompok dan individu tertentu yang menuduh KH. Drs. Muchtar Adam dan lembaga yang dipimpinnya yaitu Pesantren Al-Quran Babussalam, diantaranya :

Tuduhan Pertama,

“Drs. Muchtar Adam (lahir di Benteng Selayar, Sulawesi Selatan, 10 September 1939) adalah seorang tokoh masyarakat yang gencar mempropagandakan fiqh lima madzhab dengan menyelipkan ajaran Syi’ah Imamiyah dengan kedok Jakfari diantara madzhab-madzhab fiqh Ahlus Sunnah yang empat, dia juga aktif mendukung pendekatan Sunni-Syiah dengan kata-kata manis “menjalin ukhuwah sunni-syiah”, dia juga pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Muchtar Adam, mantan anggota Muhammadiyah ini adalah salah seorang anggota dewan penasehat IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang berjumlah 12 orang. Jumlah 12 itu melambangkan 12 imam Syiah.  Muchtar Adam adalah dosen UNPAD dan pendiri pesantren Babus Salam di Ciburial, Bandung Utara. Di pesantren ini, Islam diperkenalkan kepada santri melalui lintas madzhab dengan memasukkan ajaran Syi’ah sebagai bagian dari Islam sementara  para ustadz  yang mengajar sebagian adalah lulusan dari Iran yang berakidah Syiah. Dia juga aktif menulis buku-buku yang penuh propaganda Syiah.

Muchtar pernah aktif menjabat sebagai pengurus Muhammadiyah kota Bandung dan sempat menjadi pengurus MUI dan Depag kota Bandung dan hingga akhirnya mendirikan pesantren Babus Salam pada tahun 1981 dan mengelolanya hingga sekarang. Muchtar Adam tercatat pernah menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, anggota MPR/DPR, hingga Ketua Bidang MUI, Bandung. Jadi jika hari ini kaum Sunni risau melihat Jalaluddin Rakhmat jadi caleg DPR, terkesan terlambat, karena sebelumnya sudah banyak orang Syiah yang jadi anggota DPR seperti Agus Abubakar Alhabsyi dan Zulfan Lindan .

Dia juga menandatangani risalah Depok bersama oknum-oknum dari ormas Islam lainnya yang digagas oleh Syiah Indonesia di Depok, 27 Jumadi Al-Tsaniyah1433 H/ 19 Mei 2012, yang mana risalah itu bertujuan untuk semakin meng”islam”kan Syiah di Indonesia selepas konflik Sampang. Seperti dimuat oleh situs Ijabi “Syiah”. https://www.nahimunkar.com/caleg-caleg-syiah/

Respon Kami  : Tuduhan tersebut tidak benar karena tidak bisa di buktikan dengan fakta, data, saksi , dan tidak ada niat baik  bertabayyun ke Pesantren.

Tuduhan kedua,

Tuduhan yang lain tepatnya hari minggu 19/01 Muchtar Adam menghadiri dan mengisi peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Bandung berdampingan dengan tokoh-tokoh Syiah, Jalaluddin Rakhmat (Ketua Dewan Syura IJABI) dan Hasan Daliel Alaydrus (Ketua Ahlul Bait Indonesia) yang lagi-lagi mengusung tema persatuan islam dan ukhuwah islamiyah untuk melegalisasi Syiah yang telah dicap sesat oleh MUI Pusat baru-baru ini melalui bukunya “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”.

Respon kami : Padahal tanggal tersebut KH.Drs.Muchtar Adam sedang berada di Yordan sedang melaksanakan Umrah.

Tuduhan ketiga,

Bahkan ada situs yang lain yang melarang anak-anaknya bersekolah di sekolah yang beraliran syiah termasuk menyebut TK, SD, SMP, SMA Plus Babussalam sekolah yang beraliran syi’ah, efeknya  banyak yang mau sekolah tapi tidak jadi alias mengundurkan diri karena ada isu Babussalam syi’ah.

Respon Kami : Tuduhan tersebut Fitnah karena tidak di lampirkan dengan bukti, fakta dan data apalagi  ber tabayyun ke lembaga pendidikan kami

Tuduhan keempat,

Contoh yang lain , seperti yang di tulis di majalah sabiliku oleh DR. Jeje Zaenudin beliau menulis Bandung Utara dikepung Syi’ah, dalam tulisan tersebut beliau menulis Nama KH. Drs. Muchtar Adam dan Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam yang menyebarkan ajaran syi’ah. Sebagai bentuk pertanggunjawaban DR. Jeje Zaenudin kepada Lembaga dan individu, kepada beliau, kami sampaikan surat somasi. tapi sayang beliau tidak ada niat baik untuk hadir ke Pesantren. Dibawah ini saya lampirkaan surat somasi untuk Dr. Jeje Zaenudin.

Respon Kami : Tulisan beliau tidak ilmiah padahal beliau seorang Doktor yang lebih mengedepankan argumen. Ust. Jeje tidak mengedepankan Kode Etik Penulisan sebagai orang akademik.

Tuduhan kelima

KH. Drs. Muchtar Adam sebagai garda terdepan pembela syi’ah , kurikulum sekolah menggunakan kurikulum syi’ah, mantan pulau buru alias mantan PKI, Penasihat IJABI (padahal itu tulis tonggong, konfirmasi dan itu bisa ditelusuri dan dibuktikan), Pak Kyai Muchtar Adam dukun bisa menggandakan uang, kyai Muchtar Adam dalam mengembangkan pesantrennya dapat bantuan dari JIL (Jaringan Islam Liberal), dituduh ingkar sunnah dan masih banyak fitnahan yang lain. Dibawah ini saya lampirkan keterangan bahwa KH. Drs. Muchtar Adam bukan Penasihat IJABI, bahkan semenjak didirikannya.

Respon Kami : Tuduhan tersebut Fitnah karena tidak dilampirkan dengan bukti, fakta dan data, apalagi tabayyun ke lembaga.

Semoga Bermanfaat..

Allah Alam Bi Shawab…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here