Oleh : Balya Rochmadi

 

### WASPADA! ### Kalau anda temukan seseorang/sekelompok orang yang berani menafsirkan AlQur-an tetapi dia tidak mengetahui Ilmunya, atau hanya menggunakan logika bodong. WASPADALAH, terutama jika kalian muslim dan ilmu kalian masih sangat rendah (at bare minimum). Tanyakan ke Ahlinya, sebelum kalian masuk ke kesimpulan yang salah.

 

Kebanyakan kasus pemurtadan, karena ilmu yang dimiliki individu tersebut sangat rendah dalam menyikapi Al-Qur’an.

Perlu diingat : ALQURAN adalah kitab yang terbuka terhadap tanggapan kritis dari SIAPAPUN dan KAPANPUN, Muslim, nasrani, atheist, agnostik dll, dipersilahkan untuk mengkritisi Al-Qur’an, dipersilahkan untuk kontra terhadap isi Al-Qur’an.

 

Saya PERTEGAS. AL-QURAN dan TAFSIR AL-QURAN tidak TERTUTUP UNTUK KALANGAN ULAMA SAJA, SEMUA ORANG BOLEH MEMBACA DAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN.

 

RULESET (aturan main) dalam mempelajari Al-Qur’an adalah:

TERJEMAHAN AL-Qur’an BUKANLAH TAFSIR. DALAM mentafsirkan ayat2 di Al-Qur’an harus dibedakan antara ayat yang JELAS, dan yang TIDAK JELAS. Karena memang dalam Al-Qur’an terdapat dua jenis Ayat itu.

 

Dalam Al-Qur’an Ayat yang sudah JELAS, TAFSIRnya statik (TIDAK berubah) dari zaman ke zaman. Ayat-ayat ini biasanya berkaitan dengan INTI dari agama islam.

Pada ayat yang tidak JELAS, TAFSIRnya dinamis, bahkan ada yang tidak terdapat tafsirnya. Ayat-ayat ini seringkali berkaitan dengan, Peristiwa yang akan terjadi di masa depan atau Fenomena alam yang jarang terjadi.

################

 

Dasar-dasar ilmu TAFSIR itu tidak bisa pakai logika bodong. Ada mekanisme dan landasan yang harus dipenuhi. Apa itu tafsir? Yaitu menginterpretasikan dan menjelaskan ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Paling tidak terdapat 15 + 1 Fondasi dasar yang harus dipenuhi sebelum dapat mentafsirkan Al-Qur’an:

 

  1. Ilmu Lughat (Terjemahan) : Yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata Al-Qur’an. Bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an adalah Bahasa Arab Klasik, dimana setiap katanya bisa memiliki lebih dari satu arti kata. Jadi first step, mempelajari Lughat dari kata-per kata Al-Qur’an.

 

  1. Ilmu Nahwu (tata bahasa/grammar): Step kedua adalah mempelajari tata bahasa arab, Hal ini penting karena grammer adalah integral part dari tafsir Al-Qur’an.

 

  1. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata): Mengetahui ilmu Sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya.

 

  1. Ilmu Isytiqaq (akar kata) : ilmu isytiqaq digunakan untuk mengetahui asal-usul kata.

 

  1. Ilmu Ma’ani : Ilmu yang digunakan untuk mengetahui susunan kalimat dari makna kalimatnya.

 

  1. Ilmu Bayaan (Idiom) : Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.

 

  1. Ilmu Badi’. (Prosa) : Ilmu yang mempelajari keindahan bahasa.

 

  1. Ilmu Qira’at : Ilmu yang mempelajari cara mengartikulasikan kata-kata dalam Al-Qur’an. Perbedaan artikulasi dapat menyebabkan perbedaan makna.

 

  1. Ilmu Aqa’id : Ilmu yang mempelajari dasar-dasar keimanan, didalamnya ada penjabaran ilmu Tauhid.

 

  1. Ushul Fiqih : Ilmu yang digunakan untuk menggali hukum dalam Al-Qur’an yang dapat digunakan untuk menjadi sumber dalil.

 

  1. Ilmu Asbabun-Nuzul : Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-musabab turunnya ayat.

 

  1. Ilmu Nasikh Mansukh : Ilmu ini mempelajari suatu hukum yang sudah dihapus dan hukum yang masih tetap berlaku.

 

  1. Ilmu Fiqih : Ilmu ini mengkaji hukum-hukum syariat secara rinci.

 

  1. Ilmu Hadist : Ilmu ini perlu dikuasai untuk mengetahui hadis-hadis yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.

 

  1. Ilmu Wahbi : Ilmu khusus yang diberikan kepada Allah kepada hamba-Nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah Ta’ala akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui”.

Dari ke 15 ilmu itu ada tambahan lagi, yaitu ILMU PENGETAHUAN UMUM (SCIENCE), terutama dalam bidang:

 

  1. BIOLOGI : Untuk mengetahui Tafsir dari ayat-ayat yang berkaitan dengan proses manusia dilahirkan, tanaman-tanaman yang diistimewakan, dan Hewan-hewan yang diistimewakan dalam Al-Qur’an.

 

  1. FISIKA : Untuk mengetahui Tafsir dari ayat-ayat yang berikaitan dengan benda-benda kosmis.

 

  1. MATEMATIKA : Untuk mengetahui Harmonisasi Matematis dalam setiap kata/ susunan kalimat dalam Al-Qur’an.

 

  1. EKONOMI : Untuk mentafsirkan dan mengaplikasikan ayat-ayat yang berkaitan dengan ZAKAT, INFAQ, SODAQOH, UTANG-PIUTANG, dan WARISAN.

 

  1. SEJARAH : Untuk mentafsirkan peristiwa yang diabadikan dalam ayat-ayat di Al-Qur’an.

 

Beberapa ilmu tadi hanyalah segelintir ilmu saja yang bisa menjadi fondasi dalam mentafsirkan Al-Qur’an.

 

SEMOGA INFO ini bermanfaat bagi KAGAMA sekalian. terutama bagi yang muslim.

 

PS : Dalam trit ini saya tidak bermaksud mendiskreditkan agama manapun dan siapapun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here