“ Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraann)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

(QS. An Nisa’ [4]: 9)

Memasuki tengah semester di tahun ajaran 2018/2019  kegiatan belajar mengajar di sekolah tentunya berjalan efektif, para murid sudah semakin mengenal karakter teman-teman di kelasnya.

Mereka juga telah mendapat sekian pelajaran dan pengetahuan dari guru-guru, semangat mengikuti pembelajaran terlihat di binar mata anak – anak saat kedatangan di gerbang sekolah.

Beribu harap ada pada setiap orang tua dengan keinginan  agar sang anak tercinta dapat menjadi generasi unggul, sholeh, produktif  di masa yang akan datang di  hadapannya.

Bapak, Ibu, mari kita bercermin, bertanya, instrospeksi  pada diri masing-masing,  “sudahkah memberikan yang terbaik untuk kesuksesan putera /puteri kita ?.”

Mungkin kita telah  memilihkan sekolah terbaik (menurut kita),   membayar sejumlah uang untuk biaya pendidikan, menyediakan beragam fasilitas yang memadai (lagi-lagi menurut kita).

Apakah itu saja sudah cukup?   Jawabannya tentu saja   ‘tidak’.

Berikut beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh orang tua :

  1. Mendekatkan Diri pada Allah Swt

Anak adalah amanah dari Allah sekaligus ujian bagi orangtuanya.                     Jadi, mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa sebagai penerima amanat selayaknya kita lakukan yaitu memohon kasih sayang-Nya.

Memohon rahmatNya bagi kehidupan dan keberkahan anak-anak , memohon kekuatan agar mampu mendidik serta mendampingi anak-anak hingga waktu yang telah Allah tetapkan.

Allah memberikan petunjuk pada seluruh hambaNya lewat do’a Nabi Ibrahim alaihissalam agar para orang tua mendapatkan anak yang sholeh :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Robbi hablii minash shoolihiin
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh.”
(Qs. Ash Shaffat [37]: 100)

  1. Menurunkan Ekspektasi (Harapan tinggi)

Orang tua tentunya memiliki harapan-harapan yang tinggi bahkan sangat tinggi terhadap anak tercinta misalnya sang anak harus mendapat nilai sekian-sekian, memiliki kecakapan standar nasional atau internasional.

Kini saatnya kita coba menurunkan ekspektasi untuk tidak terlalu menuntut banyak terhadap guru karena penting dimaklumi bersama, bahwa  para guru memiliki kelebihan masing-masing juga memiliki keterbatasan.

Sehingga jika kita berharap sepenuhnya pada guru di sekolah agar anak bisa diterima di SMA terkenal  dan Perguruan Tinggi Negeri atau bisa mendapat bea siswa ke luar negeri,  maka orang tua harus berkontribusi lebih optimal lagi baik anak saat di rumah atau memberikan perhatian lebih kepada berbagai pihak di lingkungan sekolah.

Perbanyak bergaul dengan lingkungan atau komunitas  yang terkait dan mendukung  untuk kemajuan putera /puteri selama dalam proses pendidikan.

  1. Dukungan sepenuhnya

Dukungan penuh yang orang tua berikan terhadap putera / puterinya adalah dukungan yang bersifat vertikal dan horizontal.

Dukungan secara vertikal berupa ikhtiar orang tua  menjalankan shalat tahajud memanjatkan doa-doa terbaik bagi anak–anak  kita dan  shaum sunnah, pendekatan ini melahirkan perasaan yang lebih tenang menghadapi berbagai ujian yang terkait dengan putera /puteri kita.

Adapun dukungan secara horizontal salah satu contohnya adalah  shodaqoh yang diberikan dengan ikhlas baik pada keluarga dekat ataupun yatim, dhuafa dst,  dengan harapan mereka juga turut serta mendoakan puteri / puteri yang pada hakikatnya ini juga merupakan jalan agar  terkabulnya doa.

Silakan bertanya pada diri sendiri . . .   Bapak dan Ibu !

Apakah kita masih merasa uang yang dikeluarkan untuk biaya pendidikan anak-anak merupakan satu beban ?   saat pihak sekolah ada permintaan untuk biaya-biaya tertentu  orang tua malah  ‘ngedumel’   alias ngomel-ngomel.   Seharusnya apapun juga jika masuk akal itu sudah merupakan kewajiban Ibu-ibu dan Bapak-bapak sebagai orang tua yang bertanggung jawab.

Mari kita ubah paradigma ini, uang yang dikeluarkan sebagai biaya sekolah adalah kewajiban bagi keluarga sebagai konsekuensi logis  menyekolahkan anak ke lembaga yang kita percaya bahwa kelak anak mendapatkan haknya memperoleh pendidikan yang layak.

Bahagiakan anak-anak kita, bahagiakan pula guru-guru yang menerima amanah dari orang tua sehingga terjalin komunikasi dan kerjasama kedua belah pihak.

Keberkahan pendidikan di sekolah akan terbangun dengan  kerelaan semua pihak dalam penyelenggaraan proses pendidikan, baik lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.

Mari mulai dari diri kita sebagai orang tua membangun kesadaran tersebut berdasar poin-poin yang telah penulis uraikan,  semoga saja ibu dan Bapak semua  menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak

Anak akan bahagia memiliki orang tua sholeh, orang tua juga berbahagia memiliki anak yang sholeh dalam lingkungan yang terbina dengan  ketaatan pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Alam Semesta.

Selamat Tahun Baru 1440 H

Kita sambut  tahun baru ini dengan mempersiapkan generasi gemilang.

*****

(IR/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here